KANDANGAN KOTA KELAHIRAN KU
Kandangan (KGN) adalah ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kandangan juga merupakan sebuah wilayah kecamatan yang terletak di Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kandangan berada di tepi Sungai Amandit yang berjarak 135 km di sebelah utara Kota Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalimantan Selatan.
Kandangan terkenal dengan makanan-makanan antara lain dodol, lemang, dan ketupat khas Kandangan.
Kandangan
berasal dari kata “Kandang” (bhs Jawa) yang artinya tempat
binatang piaraan, mendapat akhiran “an” menjadi “Kandangan” yang berarti
tempat-tempat binatang piaraan atau Tempat yang dibuat untuk hewan/ternak.
Salah satu sumber mengatakan bahwa asal usul terbentuknya permukiman yang
diberi nama Kandangan adalah Dahulu pada zaman majapahit ada sekelompok pasukan
dengan berkendaraan kuda mengungsi di sebuah tempat dan tinggal di
situ lalu mereka membuat kandang-kandang kuda mereka sehingga karana tempat
tersebut terdapat banyak kandang kuda maka warga dusun dan sekitarnya
menyebutnya “Kandangan”
Sumber lain mengatakan bahwa asal usul Kandangan adalah pada zaman Perang
diponegoro melawan Pemerintah kolonial Belanda pada sekitar tahun 1825 M.
Sebagian pasukan Pangeran Diponegoro singgah dan menetap di tempat ini,
kemudian karena pasukannya banyak yang berkendaraan kuda maka mereka
membuat kandang-kandang kuda mereka. Karena banyaknya kandang-kandang kuda
tersebut maka tempat tersebut dikenal dengan nama "Kandangan" . yang
sampai sekarang digunakan sebagai nama Desa/Kelurahan.
Perkembangan selanjutnya Kandangan pecah menjadi dua wilayah yang di sebabkan
Konflik internal diantara mereka kala itu. Karena terjadinya
perselisihan/konflik tersebut , kemudian sebagian dari mereka memisahkan
diri dan membuat tempat permukiman tersendiri atau permukiman baru di
lokasi sebelah timurnya yang oleh masyarakat kemudian disebut “kampung”.
Sehingga Kandangan kemudian pecah menjadi dua nama permukiman yaitu
“Kandangan Kauman” (yang di sebelah barat/permukiman lama) dan
“Kandangan Kampung” (yang di sebelah timur/permukiman baru).Dua wilayah
tersebut sebelum tahun 1937 yakni zaman penjajahan Belanda adalah merupakan
sebuah kelurahan tersendiri yang di sebut kelurahan Kandangan di pimpin oleh
seorang lurah. Yang sampai saat ini penulis belum mendapatkan sumber yang bisa
memberikan informasi tentang nama lurah saat itu.
Semenjak tahun 1937 Kandangan kemudian menjadi Kelurahan/Desa yang merupakan
gabungan dari kelurahan-kelurahan kecil yaitu Kandangan sendiri, Termas,
Punduhan dan branti yang wilayahnya meliputi 8 dusun yaitu Kandangan Kauman
, Kandangan Kampung, Termas krajan, termas Dukuh, Punduhan, Sawit, Branti
dan Kejiwan. Dengan dipimpin seorang Lurah Bpk Hardjo Warsito.
Dimasa pertengahan kepemimpinan Bpk R.Harjo warsito itulah rupa-rupanya nama
Kandangan Kauman berubah menjadi “Kandangan barat” dan Kandangan Kampung
berubah menjadi “Kandangan Timur”
MENGAPA diberi nama Kandangan? Ada banyak versi cerita tentang ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini. Pemerhati budaya lokal, Aliman Syahrani menuturkan, versi pertama berkelindan dengan sejarah perlawanan pribumi terhadap kolonial.
Perlawanan yang muncul akibat Hindia Belanda melecehkan penduduk Hulu Sungai. Hulu Sungai adalah sebutan bagi masyarakat Banjar yang tinggal di daerah pegunungan.
Kelompok pemberontak ini kemudian mengisolasi diri. Membentuk komunitas baru di sebuah tempat yang kelak bernama Kandangan.
Perkampungan baru ini bahkan memiliki hukum sendiri. Siapa yang hendak bergabung dan tinggal di sana, wajib mematuhinya. Siapa yang melanggar, harus siap dihukum.
“Ibaratnya, mereka ini hidup dalam sebuah negara baru. Negara dalam negara,” kata Aliman. Sebagai manusia, mereka sebenarnya hanya berjuang untuk membela harga diri. Benturan fisik menjadi tak terhindarkan. “Acap terjadi baku timpas, korban berguguran di kedua belah pihak,” lanjutnya.
Penjajah kemudian menciptakan citra menyeramkan bagi kelompok yang tinggal di Kandangan. Sekian lama hidup dalam masa pergolakan, pola pikir dan perilaku orang-orang di perkampungan ini ikut berubah. Kian akrab dengan tindak kekerasan dan kemarahan. Maklum, mereka tumbuh dalam lingkungan yang memberontak.
Sesekali, mereka keluar untuk mencari bahan pangan dan barang kebutuhan lainnya. Menuju pasar dan perkampungan tetangga. “Nah, ketika orang luar melihat dan mengenali, mereka berkata: lihat, itu orang Kandangan,” tukasnya. Kandangan mengacu pada kata kandang atau kurungan. Maksudnya, orang-orang yang hidup mengasingkan diri.
“Sekian lama waktu berjalan, sebutan itu semakin melekat. Dinamai Kandangan, lengkap dengan ciri khas, seperti mudah panas dan identik dengan kekerasan,” jelasnya. Terlepas dari akurasi cerita ini, label atau opini ini ternyata begitu melekat pada penduduk Kandangan.
Sedangkan versi lain menyebutkan, Kandangan berasal dari kata hadangan (kerbau). Alkisah, di kawasan Batang Hamandit (Distrik Amandit), banyak muncul tempat penggembalaan hadangan. Jumlah kandangnya ratusan dan tersebar. Lama-lama, pengucapan hadangan berubah menjadi Kandangan. Namun, bagi sebagian orang, versi kedua ini terlalu mengada-ada. Sebab, pergeseran kedua kata itu terlalu jauh. Berbeda misalkan dengan Marabahan yang berasal dari kata Muara Bahan.
Versi ketiga, terkait kultur keagamaan masyarakat Kandangan. Sekitar tahun 1800-an, di daerah bernama Karang Jawa digelar musyawarah para datu (tokoh sepuh). Hampir seluruh ulama Banua berhadir. Termasuk Datu Kelampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari), Datu Aling dan Datu Sanggul.
Kala itu, ketika Syekh Arsyad ditanya hendak berangkat ke mana, beliau menjawab mau pergi kondangan (diucapkan dengan dialek Banjar Kuala yang kental). Kabar ini tersiar dan menjadi bahan perbincangan, bahwa ulama besar Banjar itu sedang menuju Kandangan.
Versi terakhir, mengacu pada ketidaksukaan penduduk Batang Hamandit terhadap Lambung Mangkurat dari Negara Dipa. Bagi mereka, Lambung Mangkurat bukan tokoh yang bisa dipercaya. Lantaran menyebut Putri Junjung Buih sebagai perempuan hasil pertapaan. Pembodohan terhadap rakyat.
Padahal, nama aslinya Galuh Cipta Sari, perempuan asal Balangan. Yang kemudian dijadikan ratu boneka untuk memimpin Negara Dipa. Intrik istana ini memicu banyak pembunuhan. Maka, Batang Hamandit menyatakan perlawanan atas Lambung Mangkurat.
Sebuah benteng yang mirip kandang untuk memagari wilayah Batang Hamandit dibangun. Kendati berkali-kali diserbu pasukan kerajaan, benteng itu tidak pernah takluk.
Sampai akhirnya Lambung Mangkurat mengabaikan keberadaan mereka. Dibiarkan saja, yang penting mereka tak keluar untuk menyerang Negara Dipa. Istilah Urang Kandangan pun muncul. Artinya, orang-orang yang menghuni atau berdiam di dalam kandang. “Kendati diperlukan penelusuran lebih jauh, mitologi ini memang terasa lebih pas,” tutup Aliman.
Selain itu kandangan memiliki kuliner khasnya sendiri yaitu :
1. Ketupat Kandangan
Ketupat Kandangan adalah salah satu Makanan Khas Kandangan yang paling terkenal.
Soal rasa sudah pasti sangat lezat. Makanan ini bisa ditemukan di hampir setiap warung di daerah Kandangan Kab. Hulu Sungai Selatan (HSS).
Bahkan makanan khas HSS ini sampai dijual di Hulu Sungai Tengah. Di sana ada satu daerah yang merupakan sentralnya ketupat Kandangan dan terkenal sejak era 1980an sampai sekarang.
Lebih spesifiknya lagi yaitu di ruas Jalan A. Yani tepatnya mulai simpang lima sampai arah menuju Kota Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST).
Ketupat Kandangan dihidangkan dengan gulai santan dan ikan haruan (gabus) yang dipanggang menggunakan arang kayu. Sementara itu gulai santannya juga disajikan melalui proses khas daerah Kandangan.
Ikan memang sengaja dipisah dengan gulai untuk kemudian ditusuk dan dipanggang. Langkah selanjutnya haruan (gabus) dicelup dalam kuah gulai untuk disajikan bersama potongan-potongan ketupat.
Ikan haruan (gabus) yang dalam istilah latin lebih dikenal dengan sebutan Ophiocephalus striatus atau Channa striatus adalah jenis ikan yang banyak hidup di genangan-genangan air yang masam dan di rawa-rawa Kalimantan Selatan.
2. Dodol Kandangan
Bahan alami dodol Kandangan yaitu ketan, gula aren, gula putih. Tak lupa untuk menghasilkan rasa legit, manis, dan nantinya penikmat dodol selalu ketagihan maka harus ditambahkan kelapa pilihan.
Buah kelapa tidak boleh terlalu tua agar bisa mendapat lebih banyak santan.
Proses pembuatan dodol Kandangan membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Lamanya proses pembuatan ini tentu tidak akan mengecewakan rasa yang dihasilkan.
Dodol dijual di berbagai toko dan pusat oleh-oleh dengan harga mulai dari Rp 2.000,00 hingga yang paling besar bentuknya Rp 9.000,00.
Makanan Khas Kandangan yang satu ini menjadi cemilan dan oleh-oleh wajib saat kalian datang ke Kandangan.
3. Lamang Kandangan
Lamang merupakan kuliner khas Kandangan yang dimasak dengan menggunakan seruas bambu yang dibakar kurang lebih selama 6 jam. Orang Dayak menyebut makanan ini dengan nama malamang.
Lamang terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan beberapa bumbu seperti kelapa, garam dan bumbu khas lainnya dan kemudian dibakar.
Penyajian lamang Kandangan cukup simpel. Lamang yang sudah dibakar dan matang tinggal ditaruh diatas piring .
Setelah itu siram dengan sambal sate. Untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan kancang nagara yang telah dimasak atau bisa juga menambahkan telur asin.
Lamang berukuran kecil dijual dengan harga Rp. 50.000,00 per buluh dan untuk yang ukuran besar Rp. 60.000,00 per buluh.
3. Pesmol/Pindang Patin Kandangan
Pesmol/pindang patin Kandangan adalah Makanan Khas Kandangan lainnya yang tak kalah lezatnya. Pindang patin atau Pasmol ini terbuat dari bahan baku ikan patin.
Cara membuatnya yaitu dengan menumis bumbu yang telah dihaluskan bersama sereh, laos, dan daun jeruk. Setelah bumbu matang kemudian ikan patin dan tomat dimasukkan.
Tambahkan sedikit kemangi dan pesmol siap disajikan. Pesmol ini dijual dengan harga sekitar Rp. 10.000,00 per potong dan dapat ditemukan di warung maupun restoran.
4. Es Nangka Selasih
Setelah puas menikmati makanan berat dan ringan, es nangka selasih sangat cocok digunakan sebagai kuliner penutup.
Es nangka selasih bisa ditemukan di daerah Banjarmasin maupun HSS. Sesuai dengan namanya, minuman ini menggunakan buah nangka dan selasih sebagai bahan utamanya.
Pada es nangka selasih juga ditambahkan perasan jeruk lemon sehingga rasanya lebih segar, manis, dan menggugah selera.
Es ini sangat cocok untuk diminum saat siang hari atau diminum setelah sholat tarawih. Harga es tergolong murah, yakni Rp. 5.000,00 hingga Rp. 7.000,00 per gelas.
6. Manday
Mandai adalah Makanan Khas Kandangan yang sering dimakan oleh banyak masyarakat umum.
Manday sendiri sebutan untuk kulit cempedak yang sudah di fermentasi. Olahan makanan yang berbahan dasar kulit cempedak ini bisa dijadikan lauk untuk menemani makanan utama seperti nasi.
Citarasa manday tentu sangat nikmat dengan tekstur berserat dan lembut, kelembutannya tergantung seberapa lama kulit cempedak di rendam.
Manday dengan netto 40 gram dapat dibeli dengan harga Rp25.000,00 di toko pusat oleh-oleh.
Kandangan juga memiliki tradisi unik yaitu :
Tradisi Batumbang
Batumbang merupakan sebuah tradisi unik warga Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan,yang hanya dapat di jumpai setiap perayaan lebaran saja, baik Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha.Tradisi ini, merupakan sebagi wujud rasa syukur terhadap sang pencipta yang telah memberikan karunia Nya.
Sebatang pelepah kelapa yang sudah dipotong-potong bagian daunnya merupakan salah satu peralatan upacara adat, yaitu sebagai tempat menancapkan kue apam. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan pelaksanaan tradisi Batumbang.
Kebanyakan, yang menggelar tradisi Batumbang ini,adalah mereka yang mempunyai anak balita.
Kegiatan yang diiringi lantunan shalawat dan do’a-do’a dimulai dengan menghadirkan bocah atau balita yang akan ditimbang ditengah undangan yang hadir. Kemudian si penumbang menancapkan kue apam ke pelepah kelapa yang daunnya sudah dipotong. Banyaknya kue apam yang di tancap ke pelepah kelapa setinggi tubuh balita yang di tumbang.
Do’a-do’a pun dipanjatkan dari warga yang hadir untuk sang bocah yang di tumbang agar sang bocah diberikan umur yang panjang dan kesehatan yang baik.
Kendati tak jarang kegiatan ini, digelar secara sederhana,namun masyarakat setempat telah menganggap Tradisi Batumbang ini, merupakan sebuah adat budaya dan menjadikan tradisi ini selalu dilaksanakan secara turun temurun.
Batumbang merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas capaian yang telah didapat. Batumbang juga merupakan do’a dan pengharapan insan kepada sang pencipta.
Galuh Pandan Sari yang balitanya turut ikut Batumbang mengatakan, selain wujud rasa syukur agar senantiasa putranya diberikan kesehatan, tradisi ini juga untuk mempertemukan keluarga dan handai taulan yang jauh di perantauan.” Disaat lebaran biasanya keluarga pada pulang kampung dan berkumpul bersama untuk berlebaran,” ucap ibu dua putra ini.
Meski tak mengetahui persis asal mu asal sejarah tradisi Batumbang ini, tokoh setempat yang sempat dibincangi kalselpos.com, Muhammad Yurda menjelaskan, tradisi ini sudah merupakan adat leluhur mereka yang digelar setiap lebaran. Baik lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha. “Kami tak mengetahui persis sejarah dari Batumbang ini namun kami hanya mengikuti tradisi nini datu (leluhur) yang telah ada,” ungkap Yurda.
Walaupun biasanya yang ikut Batumbang kebanyakan anak balita saja, namun menurut warga setempat tak sedikit juga orang dewasa melaksanakan Batumbang ini. “Biasa mereka yang bernazar atau hajat nya terkabul,lalu turut melaksanakan Batumbang,” tutur Nurlaini.
Kendati hanya sebagian kecil masyarakat di Hulu Sungai Selatan yang melaksanakan tradisi yang telah lama ada ini, namun diharapkan kearifan lokal budaya setempat ini, tetap terjaga dan terus dilestarikan. (Ahmad Fauzie/Zakiri/Mzr)
Selain memiliki tradisi yang unik kandangan juga memiliki destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Apa Saja Destinasi Menarik di Kota Kandangan? Inilah List Tempat Wisata Populer di Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Objek Wisata Terbaru, Terindah dan Paling Hits yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan.
Hulu Sungai Selatan menjadi salah satu kawasan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Ada banyak potensi wisata yang dapat dieksplor oleh pengunjung yang datang. Bahkan beberapa tempat masih baru atau belum lama terjamah oleh keberadaan manusia. Tak heran jika wisata tersebut memiliki view yang cukup menawan untuk membuat liburan lebih berkesan. Penasaran dengan info lebih lanjut? Berikut daftar tempat wisata hits di Kandangan yang bisa Anda pilih.
1. Kalang Hadangan

Salah satu destinasi wisata yang dapat Anda kunjungi di Hulu Sungai Selatan yaitu Kalang Hadangan. Wisata ini sebenarnya lebih dikenal dengan sebutan Kerbau Rawa karena memang merupakan rawa. Daya tarik Kalang Hadangan bisa dilihat dari beberapa kerbau yang dibiarkan bebas hidup di alam dan menjadi tempat perkumpulan hewan tersebut.
Para kerbau yang biarkan hidup bebas di alam ini tetap dijaga oleh para pemiliknya. Sehingga, kerbau akan dibawa kembali ke kandangnya jika sudah menjelang sore hari. Selain kerbau yang menjadi daya tarik wisata ini, pemandangan di sekitar rawa kerbau juga menjadi hal yang tak boleh dilewatkan begitu saja.
Terlebih jika senja tiba, maka pesona Kalang Hadangan tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya, pengunjung bisa mendapatkan spot foto menarik dari view sunset yang bisa disaksikan melalui wisata yang satu ini. Sembari mengabadikan momen dengan latar belakang yang menawan, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari lokasi tersebut.
2. Loksado

Wisata selanjutnya yang tak boleh dilewatkan begitu saja ketika di Kalimantan Selatan yaitu yaitu Loksado. Wisata ini memiliki berbagai pesona unik yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Salah satu daya tarik yang menarik yaitu bamboo rafting. Banyak pelancong yang sengaja datang untuk mencoba pengalaman rafting seru dengan rakit bambu.
Dengan menggunakan rakit bambu ini, pengunjung akan diajak untuk mengarungi sungai Amandit. Selain itu, terkadang juga ada juga pertunjukan yang ditampilkan oleh jongki rakit bambu dengan akrobat yang cukup menarik. Biasanya, para jongki ini akan menunjukkan kebolehan dengan melompat dari atas perahu rakit.
Aksi seru tersebut mampu membuat para pengunjung merasa senang dan terhibur. Jika pengunjung ingin menaiki rakit ketika sungai sedang deras, maka akan merasakan sensasi yang berbeda karena menabrak deburan air. Aktivitas ini tak pernah dilewatkan ketika mengunjungi Loksado, sebab hanya dapat ditemukan di wisata yang satu ini.
3. Air Terjun Kilat Api

Dari namanya uniknya saja, mungkin membuat Anda penasaran apakah air terjun ini memercikkan api atau tidak. Sebenarnya pemberian nama menarik ini disesuaikan dengan bentuk aliran sungai yang menyerupai kilat. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri ketika pengunjung menginjakkan kaki Air Terjun Kilat Api.
Karena lokasi wisata alam ini tak jauh dari Loksado, maka Anda bisa menyempatkan diri untuk mampir. Namun, untuk mencapai Air Terjun Kilat diperlukan kejelian dan stamina yang cukup kuat. Pasalnya, lokasinya cukup tersembunyi dan minim petunjuk. Tak hanya itu saja, trek mencapai air terjun juga tidak mudah karena harus melewati jalanan yang cukup terjal.
4. Air Terjun Rampah Menjangan

Air Terjun Rampah Menjangan berada di sekitar perbukitan hutan Meratus. Tak ayal jika wisata ini masih belum terjamah oleh banyak manusia. Karena alasan tersebut, air terjun yang satu ini kondisinya masih sangat alami dan asri. Apalagi dengan pepohonan hijau di sekitarnya membuat siapa pun akan betah untuk berlama lama di kawasan air terjun ini.
Penanaman Rampah sendiri tidak diberikan secara sembarangan, sebab penamaan ini berasal dari bahasa suku Dayak yang berarti memiliki arti sebagai air terjun. Selain unik dari segi namanya, air terjun ini juga memiliki segudang pesona yang menawan. Hal inilah yang menjadikan alasan kenapa Anda harus berkunjung ke Air Terjun Rampah Menjangan.
5. Air Terjun Riam Hanai

Air Terjun Riam Hanai menjadi wisata selanjutnya yang tak boleh Anda lewatkan begitu saja ketika berada di Kalimantan Selatan. Daya tarik air terjun ini bisa dilihat dari kontur alam yang unik dengan bebatuan yang mengelilingi air terjun. Selain itu, Air Terjun Riam Hanai memiliki ketinggian hanya sekitar 4 meter saja dengan aliran yang tak begitu deras.
Mengingat arusnya yang cukup bersahabat, wisata ini sangat cocok jika digunakan untuk berenang atau sekedar bermain air. Pengunjung akan disuguhi dengan sumber air yang jernih dengan bentuk kolam yang cukup menawan. Tak heran jika pesonanya mampu memberikan angin segar bagi para wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari hari.
6. Riam Bajandik

Riam Bajandik merupakan salah satu objek wisata yang terbilang cukup baru untuk bisa dikunjungi selama berada di Kandangan. Karena termasuk dalam wisata alam, hal ini membuat udara di sekitar Riam Bajandik terasa sangat sejuk dan asri. Menariknya ada beberapa lokasi yang dapat Anda kunjungi, mulai dari hutan, sungai, hingga perbukitan.
Tak ketinggalan pula terdapat spot spot menarik yang bisa digunakan untuk berwisata. Hal inilah yang membuat pengunjung merasa puas ketika berada di Riam Bajandik. Segala aktivitas yang berkaitan dengan alam bisa dilakukan di wisata yang satu ini, mulai dari bersantai di hammock, menikmati pemandangan alam sekitar, sampai dengan bermain air di sungai.
Mengingat potensi wisatanya yang cukup besar, pihak pengelola juga melengkapi lokasi wisata ini dengan spot menarik untuk berswafoto. Ada banyak spot foto populer yang bisa diabadikan ke dalam jepretan kamera, seperti jembatan gantung, replika lanting yang keren, dan tak ketinggalan ada huruf dekoratif bertuliskan Riam Bajandik.
7. Baruh Bunga Waterpark

Apabila Anda berlibur bersama keluarga dan membawa anak, maka ada baiknya mengunjungi wisata yang satu ini. Bernama Baruh Bunga Waterpark, tempat ini menawarkan paket komplit untuk berlibur. Lokasinya yang berada di bawah pegunungan membuat udara sekitar lebih sejuk dan segar .
Untuk fasilitas yang disediakan di waterpark ini terdiri dari beberapa kolam bermain (dua untuk anak anak dan satu untuk orang dewasa. Menariknya, setiap kolam dilengkapi dengan permainan air serum mulai dari ember terbalik, slide berputar, dan slide lurus. Selain tersedia wahana air, ada juga fasilitas outbond yang bakal memanjakan waktu liburan seru.
Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas umum lainnya dengan seperti gazebo untuk bersantai, toilet, kamar mandi bilas, tempat ganti pakaian, dan tempat berteduh berupa kursi dan meja. Setelah asyik menghabiskan waktu di taman bermainnya, Anda juga bisa memanjakan lidah karena tersedia kantin dengan masakan lezat khas Kalimantan.

Selain memiliki wisata yang belum banyak terjamah oleh banyak orang, Hulu Sungai Selatan juga mempunyai destinasi andalan yaitu Tebing Batu Laki. Daya tarik wisata yang satu ini tak lepas dari keindahan alam sekitar dan juga kontur alam unik. Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati pesona dari sunset dan sunrise dari lokasi ini.
Pemandangan menawan sangat sayang jika dilewatkan begitu saja ketika bertandang ke Hulu Sungai Selatan. Apalagi, kawasan ini juga dikelilingi dengan bebatuan kapur yang cukup besar dan pepohonan yang rindang. Tak heran, banyak pengunjung yang datang ke lokasi ini untuk bersantai dan menikmati udara segar dari Tebing Batu Laki.
9. Pulau Mas

Tak jauh dari wisata sebelumnya, Anda bisa menemukan keindahan alam Pulau Mas. Wisata ini menawarkan tampilan alam yang begitu menakjubkan dan tak bisa dilewatkan begitu saja. Pesona sungai yang mengalir dan juga pepohonan rindang di sekitarnya sangat memanjakan mata para wisatawan.
Ditambah lagi ada banyak bebatuan kecil yang terlihat karena air sungai begitu jernih, sangat pas jika digunakan sebagai pelepas penat. Selain itu bagi Anda yang membawa keluarga, terutama anak anak, dijamin sang buah hati tidak akan bosan menikmati arus sungai yang jernih. Pasalnya, tersedia persewaan ban yang bisa digunakan untuk mengarungi sungai.
10. Manggasang

Masih dalam wisata alam di Kandangan, Anda bisa menemukan destinasi menarik lainnya bernama Manggasang. Tempat wisata ini memiliki beberapa area yang cukup menarik, mulai dari hutan lebat, sungai yang airnya jernih, dan juga spot foto menarik. Tak ayal jika wisatawan hadir karena penasaran dengan pemandangan alamnya.
Di kawasan ini, Anda bisa menikmati berbagai macam aktivitas seru untuk dilakukan. Pengunjung bisa berenang atau sekedar bermain air di sekitar sungai dan bahkan menikmati arus sungai di dalamnya. Agar aman, Anda bisa menyewa pelampung ban atau baju pelampung untuk mengarungi aliran sungai yang jernih.
Itulah ulasan singkat mengenai objek wisata menarik yang ada di Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Beberapa di antaranya merupakan destinasi yang terbilang cukup baru, sehingga masih asri dan alami. Ketika berada di wisata alam, Anda bisa menikmati keindahan sekitar sembari melakukan aktivitas seru lainnya, seperti bermain air, berswafoto, sampai dengan wisata kuliner.







.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar